BANGSA INDONESIA TIDAK BUTUH JENDRAL YANG MENGHIANATI SUMPAHNYA SENDIRI

[ Istimewa, Foto]

JAKARTA– Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aosiasi Pemuda Peduli Demokrasi (APSI) melakukan aksi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (24/07/20). Dalam aksi tersebut APSI membawa tuntutan terkait munculnya Djoko Tjandra pasca menjadi buronan selama kurun waktu 11 tahun.

Koordinator lapangan (korlap), Rafi Rizaldi menilai kemunculan Djoko Tjandra ke permukaan public merupakan salah satu contoh sederhana atas tidak meratanya hukum di Indonesia.

“Munculnya Djoko Tjandra setelah 11 tahun menghilang merupakan salah satu sempel rusaknya hukum di Negara kita. Ini sangat disayangkan karena lagi lagi pemerintah gagal menegakan hukum yang sesuai dan sejajar bagi siapapun dan golongan manapun masyarakat bangsa ini.” Ujar Kordinator Lapangan, Rafi Rijzaldi saat di wawancarai di depan istana. Jumat, (24/07).

Selain itu, Rafi menilai keterlibatan 3 jendral yang membantu buronnya Djoko Tjandra merupakan tamparan keras bagi institusi kepolisian.

“ terlibatnya 3 Jendral Polisi yang menbantu Djoko Tjandra kabur dari Indonesia merupakan aib yang sangat besar bagi institusi kepolisian. Sebuah institusi yang sangat dipercaya oleh seluruh elemen masyarakat agar tegaknya hukum dengan seadil adilnya di Negara ini. Jabatan jendral yang masyarakat mengharapkan diatas pundaknya akan ditegakan hukum dengan seadil adilnya namun mereka justru memanfaatkan kepercayaan itu dengan se enaknya” pungkas rafi

Rafi menegaskan bahwa kehormatan lembaga tinggi Polri sangat penting untuk dijaga, karena itu Rafi mendesak kepada Presiden Jokowi Dodo sebagai pemegang keputusan terbesar dinegara ini untuk mengusut tuntas kasus ini dan memecat 3 jendral yang sudah merusak marwah hukum Di Negara ini.


“tidak ada tempat bagi perusak marwah hukum bangsa ini. Kehormatan polri harus kita jaga bersama. Maka kami menuntut kepada Presiden Jokowi Dodo untuk mengusut tuntas kasus ini juga memberhentikan secara tidak hormat 3 jendral yang terlibat dalam buronnya Djoko Tdjahaja dari Indonedsia” tegasnya.(R/eD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *