Jamu Herbavid-19 Diklaim Sembuhkan infeksi Covid19, PERISAI : “Ojo Dumeh dia Anggota DPR RI…”

Jakarta – Herbavid-19 bikinan Satgas COVID-19 DPR RI, yang didonasikan ke beberapa rumah sakit rujukan diyakini ampuh mengobati pasien terinfeksi virus corona (covid-19) mendapat tanggapan dari Organisasi Serumpun Syarikat islam,PP PERISAI. Sabtu (09/05/20)

Panglima Laskar PERISAI, Mohammad Hapi menghimbau masyarakat harus jeli dengan produk Herbavid-19, sebab Pihak BPOM sudah konfirmasi bahwa Jika ditemukan produk dengan NIE di pasaran dengan klaim tersebut maka klaim produk tersebut sudah tidak sesuai dengan yang didaftarkan dan disetujui oleh Badan POM.

“kita semua harus jeli, tidak ada obat tradisional yang memiliki nomor izin edar di Indonesia dengan klaim khasiat dapat mengobati penyakit infeksi COVID-19. NIE untuk produk HERBAVID–19 diterbitkan dengan klaim membantu memelihara daya tahan tubuh, pereda batuk, demam dan melegakan tenggorokan.” Ujar Hapi

Hapi mengungkapkan bahwa sembuhnya beberapa orang yang mengkonsumsi jamu tersebut berkat efek jamu yang memelihara daya tahan tubuh.

“Dasco Jangan sebarkan Hoak terkait obat herbavid19 yang diklaim bisa sembuhkan covid, Kita kan juga tahu Obat itu hanya membantu memelihara daya tahan tubuh. Meskipun dasco pernah merasakan manfaatnya namun sembuhnya dasco berkat efek jamu yang memelihara daya tahan tubuh, bukan karena efek obat yang khusus mengobati infeksi covid19” ungkap Hapi

Hapi meminta kepada para dokter yang berjuang menanganai covid-19 perlu mengkaji secara teliti dan berhati-hati dalam memberikan obat herbal ke pasien penderita covid19.

“Dokter Harus berhati-hati jika memberikan Herbavid-19  ke pasien, karena produk herbal yang di produksi SATGAS LAWAN COVID-19 DPR RI, hanya klaim menyembuhkan infeksi covid19, sementara Klaim khasiat suatu obat herbal harus dibuktikan, baik berdasarkan data empiris atau secara ilmiah melalui uji pra klinik dan uji klinik.” Ujar Hapi.

Pada 30 April 2020, Herbavid-19 mendapat izin edar resmi dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dengan nomor registrasi TR203643421. Bungkus Herbavid-19 ukurannya 170 ml. Obat itu didaftarkan oleh PT SATGAS LAWAN COVID-19 DPR RI, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, dan diproduksi di pabrik Utomo Chinese Medical Center, Jakarta Utara.

Bahkan pengajuan izin edar yang sangat singkat pun dianggap Sebagian orang sesuatu yang sangat luar biasa, pasalnya izin edar obat tradisional lainnya Biasanya bisa enam sampai tujuh bulan.

Hapi menyarankan supaya DPR RI memberikan edukasi ke masyarakat dengan cara yang jujur terkait manfaat obat herbal.

“harusnya DPR RI Berperan juga untuk pemberian edukasi ke masyarakat mengenai obat herbal dengan jujur, jangan malah melakukan klaim sepihak mentang-mentang jamu tersebut didaftarkan oleh PT SATGAS LAWAN COVID-19 DPR RI.” Ujar Hapi

hapi mengajak Masyarakat masyarakat agar lebih bijak menggunakan produk herbal sesuai dengan petunjuk BPOM dan tidak mudah percaya iklan atau pernyataan seseorang yang menyatakan bahwa obat herbal ampuh mengobati COVID-19

“Ojo Dumeh dia Anggota DPR RI lantas masyarakat langsung percaya penuh, masyarakat harus bijak dalam menggunakan produk herbal sesuai dengan petunjuk BPOM, Konsultasi terlebih dahulu ke Dokter apabila memiliki riwayat penyakit tertentu dan Perhatikan peringatan/perhatian yang tercantum pada label” Tutup Hapi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *